GREY & JINGGA : THE TWILIGHT
Selamat malam Masyarakat. kali ini saya akan sedikit mereview komik Grey & Jingga adalah series komik karya Sweta Kartika seorang Comic Artist & Illustrator dari
ITB.
Kisah mereka ibarat langit sore, the twilight. Jingga serupa kanvas oranye yang membentang di nirwana senja, sementara Grey adalah sekumpulan awan kelabu yang mengantar ia pulang.
Untuk Baca Komiknya bisa klik DISINI
Kisah mereka ibarat langit sore, the twilight. Jingga serupa kanvas oranye yang membentang di nirwana senja, sementara Grey adalah sekumpulan awan kelabu yang mengantar ia pulang.
Komik ini bercerita tentang naik turunnya kisah asmara
diam-diamnya dua orang sahabat sedari kecil. Tapi terpisah ketika
mereka lulus SD. Tanpa sengaja, ketika kuliah mereka pun bertemu lagi di klub
teater. Jingga yang kuliah di Sastra Indonesia pengin jadi penulis naskah
sementara Grey kuliah di jurusan musik dan mengatur musik di teater itu. Mereka
pun dekat, bersahabat, dan diam-diam saling suka.Grey yang bergaya cool dan calm sedangkan Jingga yang meletup-letup atau penulisnya menyebut dengan kata "Tsundere" .
Sebenernya inti dari komik ini tentang nyatain perasaan doang tapi kok susah?
Untuk Baca Komiknya bisa klik DISINI
Inilah beberapa quotes yang terdapat dibawah halaman komik "GREY & JINGGA : THE TWILIGHT" :
"...karena perhatian tak cukup hanya ucapan..."
"Sebagian cewe lebih suka mengungkapkan perasaannya lewat taktik 'jalan memutar' Sebagian berhasil sampe tujuan, sebagian kesasar..."
"Mulut boleh berdusta, tapi hati tetap apa adanya"
"Jual mahal karena ingin 'ditawar', meski terkadang kemahalan dan terpaksa harus 'obral'..."
"Terkadang hal-hal besar hanya terkesan biasa, sementara perhatian-perhatian kecil justru sanggup menyentuh hatinya..."
"Kalau cewe dipuji trus responnya 'gombal', berarti itu kode supaya cowo terus ngegombalin"
"Kesukaan kami mungkin berbeda. Tapi ketidaksukaan kami sama ...."
"Ketulusan kesamaan pada hal-hal kecil itulah yang terkadang justru menjadi faktor utama kecocokan
"Perhatian terselubung itu jauh lebih 'menghangatkan' daripada perhatian yang diperlihatkan berlebihan
"Kelebihanmu telah berhasil memukau hatinya dengan cara yang lembut..."
"Entah mengapa aku merasa tak rela kau 'dibagi'....Apakah mungkin karena aku merasa....'memiliki'...?"
"Cemburu itu....tak pandai menyamar...
"Ingin rasanya kusamarkan kerinduanku, tapi mengapa sulit sekali?"
"Rasa benci terkadang lemah dan tidak konsisten. Gampang berbalik jika berhadapan dengan lawan 'emosi' yang lebih menarik"
"Aku mau, asalkan ada kamu"
"Ketika kau merasa aman bersamanya, saat itulah ia telah mendapat tempat special di hatimu"
"Kenapa kalo cemburu susah banget disamarkan??"
"Keharumanmu bersenyawa dalam kelembutan rasa yang lugu"
"Karena cinta akan selalu bisa menerka, walau tanpa isyarat dan kata-kata"
"Jujur saja, aku tak mau peduli apa status hubungan kita sekarang. Tapi satu yang pasti, aku tak mau kehilangan kamu. Hanya itu."
''Benarkah kita cuma teman? Jika begitu, mengapa aku takut kehilangan?'
"Mengapa di hatiku seolah hanya aku yang boleh mencintaimu?"
"Aku mau kau tahu, bahwa bila ada yang bisa mendekapmu lebih erat dariku; Aku Cemburu...."
"Ketika rindu terobati, terkadang giliran logika yang mulai dikalahkan emosi..."
"....karena hal terindah di antara kita adalah 'rahasia tentang perasaan. Itulah yang membuat kita 'bertahan'. Membiarkan hati kita saling berkejaran..."
"...mungkin karena hati ini telah terpaut, atau mungkin karena perasaan rinduku yang telah berlarut-larut, hingga tanpa kusadari hanya namamu yang kusebut..."
"Pada akhirnya, kita akan dipertemukan dengan orang yang paling bisa membuat kita saling memahami. Mungkin begitulah cara Tuhan mempertemukan seseorang...."
"Karena cinta takkan mau menunggu. Dan terkadang cinta tak mau mentoleransi rasa rindu..."
"Di saat kau tak kunjung pulang, godaan itu datang. Sanggupkah hati ini tegar menghadang...?"
"Kini kusadari, inspirasimu takkan ada yang bisa mengganti. Mungkin itu isyarat bahwa kau masih ada di hati ini..."
"Terkadang aku berfikir, mengapa dia begitu kukuh bertahan menunggui satu hati? Tapi mungkin dia juga berfikir, tidakkah melelahkan berpindah dari satu hati ke hati yang lain?"
"Aku belum membuat pilihan. Aku hanya merespon sebuah perhatian..."
"Ketika kusadari bahwa ternyata perhatianmu untukku telah terbagi, kurasa sudah saatnya aku menangguhkan hati"
"Kau bagian dari masa laluku. Itu artinya, takkan ada yang bisa menggantikan dirimu, sebesar apapun keinginanku"
"Sekeras apapun kau sembunyikan kecemburuanmu. perhatianku akan selalu berhasil menemukannya..."
"Tanpa kusadari perhatianku padanya perlahan mulai mengakar, hingga kata hati pun tak sanggup menutupinya lagi..."
"Dan perhatianku padanya terungkap oleh mata hatimu bahkan sebelum aku bisa menyadarinya. Semoga ini bukan asmara..."
"Sebelumnya aku bahagia melihat kau dengannya, entah kenapa sekarang jadi sedikit berbeda. Semoga bukan asmara..."
"Perhatian itu tidak selalu cinta. Tapi cinta selalu memberi perhatian"
"Sahabat yang baik tidak mengambil kekasih sahabatnya sendiri"
"Kau sering membicarakanku di hadapannya, itu berarti aku masih mendapat tempat di hatimu, tapi juga berarti kau sering berada bersamanya"
"Cinta itu seperti berjalan di jalan berkabut. Jika tak punya keyakinan cahaya hati untuk melangkah, maka hanya akan tersesat di dalam kabut perasaan yang sulit dimengerti. Maju salah, mundur tak bisa...."
"Aku takut memilikimu karena suatu hari aku takut kehilanganmu..."
"Jika kau merasa tak perlu memiliki, berarti kau rela ia pergi bersama yang lain...."
"Jika aku merasa cemburu saat dia dengan yang lain, apakah itu pertanda bahwa aku mencintainya?"
"Kuisyaratkan kerinduanku hingga kau sadar bahwa ada rasa di hatiku untukmu agar kau tak beranjak pergi dariku sebelum aku bisa menyatakannya. Tunggu aku..."
"Kehadiranmu adalah alasan terbaik atas kehadiranku, walau kuyakin takkan kau sadari itu"
"Kau menjadi bagian besar dari karyaku, sebab kaulah penginspirasi yang merajai separuh galaksi emosiku"
"Ketika cinta memintaku untuk melangkah ke depan, kenangan itu justru kembali datang untuk menahanku di masa silam"
"Bahkan cinta takkan bisa menghapus masa silamku. Ia akan terus mengikat, tak tersentuh oleh waktu. Dan ketika aku ingin bergegas maju, maka aku harus memilihnya"
"Ketika firasat terlena oleh suasana hati, pada saat itulah cinta sedang terancam"
"Ketangguhan cinta baru akan teruji ketika nanti kita kehilangan dirinya"
"Ketika firasat beradu dengan logika, mana yang harus kubela untuk menyelamatkan asmara?"
"Cinta hanya untuk satu hati. Ketika seseorang membaginya, maka ia akan kehilangan keduanya"
"Jika kau cinta, harusnya kau rela menunggu. Tapi sampai kapankah itu?"
"Semakin lama kau menunda u/ menyatakannya, semakin dekat waktumu untuk kehilangannya"
"Selama masih ada satu pertanyaan hati yang belum terjawab, akan terus kucoba untuk menepikan hasratku"
"Kehilangan sebelum sempat memiliki itu adalah isyarat kecil bahwa terkadang cinta itu penuh penyamaran dan tak butuh pengakuan"
"Hanya sahabat sejati yang bisa bicara dari hati ke hati tanpa perlu kita mengerti"
"Cinta akan terus mencari. Ia baru akan berhenti ketika intuisi menemukan yang sehati"
"Karena prasangka dalam asmara hanya akan memperburuk kebersenyawaan keduanya"
"Kadangkala, ketangguhan harga diri pun harus bertekuk lutut melawan kegalauan hati. Semoga waktu mampu mengobati"
"Hanya denganmulah aku bisa menjadi diri sendiri tanpa harus berjuang menutupi. Dan tanpa kusadari, seberapa hebat pun emosi menguasai hati, tapi kejujuran perasaanku takkan mampu dikelabui."
"Terkadang cinta datang dengan sendirinya, terkadang pula cinta datang karena kita sendiri yang menciptakannya. Namun, cinta sejati datang bersama intuisi, menyatu dengan logika, dan bersenyawa dengan hati. Tanpa rekayasa"
"Ketika cemburu dan benci saling menguasai, sampai sejauh mana kejujuran hati sanggup memisahkannya?"
"Ketika kecemburuan dibalas dengan kecemburuan, seberapa tangguhkah cinta sejati akan bertahan?"
"Selama perasaan itu belum terungkap kepadanya, hati kecilku takkan pernah bisa mengorbankannya hanya untuk sebuah godaan"
"Intuisi akan membimbing hati menemukan Cinta sejati"
"Cinta takkan bisa dipaksa untuk berbagi. Ia hanya akan memberi dengan ketulusan hati. Semakin ia dipaksa, semakin besar kepalsuan tercipta."
"Sehebat apapun kau menghindari kata hati, kejujuran akan selalu berhasil menemukannya"
"Cinta sejati tak seharusnya membuat kita saling menerka, sebab semuanya telah pasti seperti kata hati"
"Sesungguhnya cinta itu sangat sederhana. Cinta menjadi rumit ketika dua hati mulai saling menuntut dan saling ingin dimengerti dengan cara mengirimkan isyarat dan sandi yang sulit dipahami keduanya"
"Cinta itu bukan dipaksakan, tapi diperjuangkan. Dipaksakan artinya dengan ego, sedangkan diperjuangkan artinya dengan ketulusan hati"
"Semakin keras perjuangan kita untuk menutupi diri dan bersandiwara menjadi orang lain di saat kita mencintai seseorang, semakin sulit bagi kita untuk memberikan ketulusan hati kepadanya"
"Jika kita bisa tulus tersenyum ketika menceritakan dirinya, maka siapapun akan sadar bahwa kita sangat mencintainya"
"Siapapun yang pernah singgah di masa lalu telah membentuk kepribadian kita saat ini. Biarkan dia menjadi bagian dari fase pembentukan diri. Tak perlu di khawatirkan, justru harus kita hargai"
"Cinta sejati diputuskan atas dasar ketulusan hati. Ketika cinta diputuskan atas dasar kekecewaan, seberapa lamakah ia akan bertahan dalam pelarian?"
"Berkomitmen untuk bersama bukan berarti menahan kebebasan, tapi melatih untuk bertanggungjawab terhadap keputusan. Sebab terlalu bebas tanpa pernah tahu kapan berlabuh justru terasa lebih mengekang"
"Mana yang kau pilih? Menerima pernyataan orang yang mencintaimu, atau menunggu orang yang kau cintai menyatakannya padamu?"
"Terkadang cinta datang terlalu cepat sementara keberanian hati datang terlambat"
"Pada dasarnya, seseorang itu jauh lebih takut mendengarkan jawaban daripada menyatakan perasaan itu sendiri"
"Karena cinta yang sejati tak pernah menuntut kita untuk menjadi siapapun, tapi cukup menjadi diri sendiri untuk bisa mencintai sepenuh hati"
"Percaya diri dalam mengejar cinta sejati itu penting, tapi bersiasat menentukan langkah pendekatan jauh lebih utama"
"Cinta itu mengalir dengan sabar. Biarkan semuanya berjalan wajar tanpa perlu membuatnya seperti memburu mengejar"
"Cara mendapatkan cinta terkadang menarik untuk di perjuangkan agar bisa menjadi kenangan indah, tapi merawatnya di saat telah bersama menjadi hal yang jauh lebih penting untuk diperjuangkan lagi"
"Ketika kau takut membuatnya cemburu, berarti kau masih menyimpan rasa untuknya"
"Berharap dikejar dengan cara berlari menjauh darinya justru berresiko kehilangan dirinya untuk selamanya"
"Cemburu itu tanda rasa sayang yang terusik, dan kecemburuan itu wajar selama tidak berlebihan hingga bisa mengusik rasa sayang itu sendiri"
"Cemburu berarti rasa sayang yang menyamar, tapi terkadang cemburu juga berarti kekecewaan karena rasa sayang yang di dambakan dari seseorang jatuh ke hati orang lain"
"Ketika dirinya masih kesulitan menerima diri kita apa adanya, maka kuatkan hati untuk tetap bertahan menjadi diri sendiri daripada kita terus-terusan bersandiwara menjadi orang lain."
"Karena hati kecil akan selalu tahu pujian yang tulus meskipun telah disamarkan oleh emosi yang lain"
"Cinta menjadi sulit diucapkan karena harus menaklukkan seribu emosi yang ada di dalamnya"
"Kau merasa cemburu karena kau masih merasa memilikinya, sekalipun kau sudah jadi milik yang lain"
"Yang paling berat dari perasaan cinta bukanlah saat menyatakannya untuk pertama kali, tapi saat merawatnya ketika keduanya telah bersama, bahkan saat keduanya terpisah ruang dan waktu."
"Pelarian cinta adalah pintu menuju rangkaian kebohongan hati. Sementara kebohongan adalah sebuah titik kecil menuju kepalsuan demi kepalsuan yang takkan lama bertahan."
"Keinginanmu untuk selalu dekat dengannya lahir dari ketulusan hati sampai kau sendiri tak menyadarinya, dan disadari oleh orang lain"
"Mencari pelarian artinya mencurangi kisah yang seharusnya berjalan sewajarnya. Mencari pelarian artinya siap membayar kecurangan itu dengan penderitaan sebuah relationship"
"Dia selalu memperhatikanmu dari kejauhan, menjadikanmu inspirasi bagi karyanya, dan menungguimu hingga saat yang tepat untuk menyatakan kata-kata pujaannya. Jika energi itu sejalan, maka kau akan merasakan aura yang sama"
"Persenyawaan energimu dan energinya begitu besar hingga nampak begitu jelas di mata semua orang sebelum kalian sempat menyadarinya. Kalian seakan sudah ditakdirkan berada dalam satu pertalian kisah"
"Perhatian itu universal dan berdasar pada sifat seseorang untuk selalu dekat dengan hati orang yang dicintainya, walau terkadang cara penyampaiannya yang berbeda-beda"
"Kau takkan sadari siapa yang paling merajai pikiranmu hingga suatu hari kau tak sengaja mengungkapkannya"
"Sekuat apapun kau samarkan keinginanmu untuk bisa bersamanya, hati kecilmu akan selalu jujur mengungkapkannya dalam ketidaksengajaan"
"Perhatian yang terwujud dalam perbuatan akan jauh lebih berkesan daripada sekedar solusi dalam ucapan"
"Ketika kalian bisa begitu mengalir saat bicara,yakinlah energi kalian telah bersenyawa. Namun ketika kalian masih sibuk merekayasa, pertanyakan lagi seberapa lama kalian akan bertahan"
"Kerinduan yang tulus itu tak bisa dipaksa. Tak bisa dipaksa hadir, dan tak bisa dipaksa bersembunyi"
"Seberapa kuat hatimu bertahan disaat kau merasa kalah dibanding-bandingkan"
"Yang membuat berkesan itu bukan soal seberapa sering bertemu, tapi seberapa besar kualitas pertemuannya"
"Jika hati telah bersenyawa, makna pertemuan takkan bisa direkayasa, tapi mengalir apa adanya"
"Hampa hati saat ketika sadari bahwa kita saling mencintai tapi tak bisa saling memiliki"
"Jauh lebih bijaksana menjaga yang sudah dimiliki daripada mengharapkan yang belum tentu singgah di hati"
"Jangan pertanyakan alasan kita tak bersenyawa, sebab aku sendiri pun tak tahu jawabnya. Ada alasan yang hanya bisa diungkap di saat yang tepat, walau terkadang sudah sangat terlambat"
"Rasanya sama saja; memberi harapan tanpa bisa berkomitmen, atau berani berkomitmen tapi tak bisa memberi harapan"
"Ketika aura hatimu telah senada dengan aura hatinya, maka kalian akan dipertemukan dengan sendirinya, tanpa rekayasa"
"Cinta sejati itu mengalir apa adanya dan bahagia, tanpa perlu jadi menyiksa dan penuh rekayasa"
"Hanya ketulusan yang bisa membuat hati seseorang menjadi terkesan"
"Terkadang perasaan cinta atau tak cinta diungkapkan dengan seribu alasan, atau tanpa alasan sama sekali"
"Terkadang memulai sebuah hubungan memang harus ada kesepakatan lisan, sehingga kita cenderung merasa nyaman dalam sebuah ikatan"
"Lebih baik diakhiri daripada menyiksa diri. Tapi lebih baik lagi dipertahankan jika masih bisa memperbaiki keadaan"
"Perasaan cinta yang tulus akan selalu hadir dan menyamar dalam semua karyamu untuknya"
"Lebih baik mengakhiri hubungan jika bisa menyudahi sakitnya perasaan diantara keduanya, daripada mempertahankannya tapi terus menerus tersiksa"
"Membalas kecemburuanmu dengan berusaha membuatnya cemburu justru akan membuatmu semakin tenggelam dalam kegalauan"
"Aku sedih bukan karena tak bisa memilikimu, tapi karena aku tahu bahwa kau tak pernah merasa ingin memilikiku"
"Kesedihan yang nyata akan jauh lebih terasa jujur daripada kebahagiaan semu yang dipaksakan"
"Cinta sejati adalah cinta yang membebaskan, bukan memenjarakan"
"Karena cinta yang sejati akan menciptakan kebaikan ketika bersama"
"Cinta bisa memberikanmu kekuatan untuk berjuang memilikinya, tapi juga bisa memberimu ketegaran untuk melepaskannya kepada yang lebih tepat"
"Aku takkan mau membuatmu cemburu, karena aku tahu rasanya melihatmu bersanding dengan yang lain"
"Aku merelakanmu pergi bukan karena aku tak lagi mencintaimu, tapi karena kau akan jauh lebih bahagia jika tak lagi bersamaku"
"Seseorang bertahan dalam kegalauan itu semata karena ia merindukan perhatian yang sebelumnya pernah ia dapatkan"
"Semakin keras kau menyembunyikan kerinduanmu, justru akan semakin jelas kau memperlihatkannya"
"Cinta itu menumbuhkan keberanian untuk memiliki dan untuk melepaskan"
"Cinta itu mengakar dan sulit disamarkan,Cinta itu apa adanya,Cinta itu penuh cerita...dan Cinta mempersenyawakan dua hati"
Sekian dan terimakasih

Tidak ada komentar:
Posting Komentar